Berita Nasional dan Internasional Terkini

[ HADIST ]: Dilarang Mengumpat NYAMUK, Karena Ia Sebaik-Baik Binatang!

Advertisement

Rasanya jengkel pasti kalau ada nyamuk yang terbang di sekitar telinga kita. Suaranya bising banget. Sehingga kita kemudian sering mengumpat dan bahkan menguber si nyamuk sampe kena. Bener khan? Padahal Nabi Muhammad, Rasulullah -Shalallahu ‘alaihi wa salam-, melarang kita mengumpat nyamuk lho!!!

[ HADIST ]: Dilarang Mengumpat NYAMUK, Karena Ia Sebaik-Baik Binatang!


Di dalam hadits riwayat Ahmad, Al-Bukhari dalam “Al-Adab al-Mufrad”, Al-Bazzar, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi dalam “Syu’bul Iman”; dari Anas bin Malil -Radhiyallahu ‘anhuma-, bahwa sesungguhnya Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wa salam- mendengar seorang lelaki mengumpat nyamuk. Lalu beliau bersabda:

لَا تَسُبَّهُ , فَإِنَّهُ أَيْقَظَ نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ لِصَلَاةِ الْفَجْرِ

“Jangan kau umpat nyamuk (itu), karena sesungguhnya ia membangunkan seorang nabi dari para nabi untuk melakukan sholat fajar!”.

Dalam riwayat At-Thabrani dalam “al-Mu’jam al-Kabir” dan al-Baihaqi dalam “Syu’bul Iman”, Anas bin Malik meriwayatkan:

ذُكِرَتْ الْبَرَاغِيثُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : إنَّهَا لَتُوقِظُ لِلصَّلَاةِ

“Disebutkan kepada kami tentang nyamuk di hadapan Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wa salam-. Lalu beliau bersabda: ‘Sesungguhnya nyamuk membangunkan seseorang untuk sholat’”.

At-Thabrani dari Ali bin Abi Thalib -Radhiyallahu ‘anhu-, beliau berkata:

نَزَلْنَا مَنْزِلًا فَآذَتْنَا الْبَرَاغِيثُ فَسَبَبْنَاهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : لَا تَسُبُّوهَا فَنِعْمَتْ الدَّابَّةُ , فَإِنَّهَا أَيْقَظَتْكُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

“Kami menempati sebuah rumah, lalu kami disakiti nyamuk-nyamuk. Kami pun mengumpatnya. Lalu Rasulullah -Shalallahu ‘alayhi wa salam- bersabda: ‘Jangan mengumpat mereka. Mereka adalah sebaik-baik hewan. Sesungguhnya mereka membangunkan kalian untuk berdzikir kepada Allah!’”.

Seorang penyair mengatakan:

لَا تَسُبَّ الْبُرْغُوثَ إنَّ اسْمَهُ * بِرٌّ وَغَوْثٌ لَك لَوْ تَدْرِي
فَبِرُّهُ مَصُّ دَمٍ فَاسِدِ * وَغَوْثُهُ الْإِيقَاظُ فِي الْفَجْرِ

“Janganlah engkau mengumpat nyamuk. Sungguh! namanya ialah baik dan menolongmu, meski kau tak tahu. Kebaikannya adalah menghisap darah kotor dan pertolongannya adalah membangunkan untuk sholat Fajar (Sholat Shubuh)!”.

Menurut kalangan Hanabilah, nyamuk hukumnya sama dengan hewan-hewan lain yang tidak punya darah sendiri (ma la nafsa laha sa’ilah), seperti kutu, kalajengking, jangkrik dan lain-lain. Hukumnya adalah suci baik saat hidup atau telah menjadi bangkai. Akan tetapi haram mengkonsumsinya untuk makanan. (Ghada’ul Albab, Karya Muhammad bin Ahmad bin Salim Al-Safarayini).


Jadi bagaimana harusnya? Selama ini kita sudah menyatakan perang dengan nyamuk. Pakai obat nyamuk bakar, semprot, bahkan dengan raket listrik. Apakah kita biarkan saja darah kita untuk shodaqoh buat nyamuk? Beri pendapatnya ya…

[ HADIST ]: Dilarang Mengumpat NYAMUK, Karena Ia Sebaik-Baik Binatang! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: siti fatimah

1 comments: