Berita Nasional dan Internasional Terkini

[Kisah] Karena Sebiji Kurma, Hidup Laki-Laki Ini Tidak Tenang

Advertisement


Kisah Teladan | Akhir-akhir ini banyak sekali kasus korupsi, suap menyuap, dan penipuan yang diungkap pihak berwenang di Negara ini. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung. Miliaran rupiah ! Entah apa yang dipikirkan mereka yang melakukan itu semua. Tidakkah mereka sadar betapa beratnya hukuman di akherat kelak ketika seseorang mengambil dan memakan hak orang lain?

Kisah: Karena Sebiji Kurma, Hidup Laki-Laki Ini Tidak Tenang


Kisah di bawah ini mungkin bisa jadi renungan bagi kita semua untuk lebih hari-hati dalam bertindak. Jangan sampai ada barang atau sesuatu yang bukan hak kita, lalu kita kuasai atau kita konsumsi. Kisah seorang lelaki yang termakan olehnya sebiji kurma bukan miliknya. Hatinya tidak tenang sehingga memaksanya mencari siapa pemilik biji kurma tersebut.

Setelah Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat untuk berziarah ke Masjidil Aqsa. Sebagai bekal  perjalanan, ia membeli kurma dari pedagang tua yang berdagang dekat Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terjatuh dari meja dekat dengan timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih satu tempat beribadah dalam ruang di bawah Kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa dengan khusyuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara 'yang doanya selalu dikabulkan Allah SWT," kata malaikat yang satu.

"Tapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak karena empat bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Masjidil haram," jawab malaikat yang satu lagi ..

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia merasa cemas sekali, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullahal 'Adzhim" Ibrahim beristighfar. Terus ia berkemas untuk berangkat lagi menuju ke Mekkah untuk menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia bergegas terus menuju ke tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "Empat bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. Di manakah ia sekarang? " Tanya Ibrahim.

"O, beliau sudah meninggal sebulan yang lalu, sekarang saya lah yang  melanjutkan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya bisa meminta untuk penghalalan?". Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan dengan penuh khidmat.

"Nah, begitulah" kata Ibrahim setelah bercerita.

"Saudara sebagai ahli waris orang tua itu, bisakah  saudara menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur saya makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak masaalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani menghalalkan bagi pihak mereka karena mereka memiliki hak waris sama dengan saya. "

"Tolong berikan alamat saudara-saudaramu, biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui saudara-saudara anak muda itu. Biarpun berjauhan, akhirnya urusan itu selesai juga. Mereka semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang dimakan oleh Ibrahim secara tidak sengaja.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham kembali berada di bawah Kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu membicarakannya terdengan bercakap-cakap lagi. "Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain."

"O, tidak! Sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang dia sudah bebas. "

Subhanallah…hanya karena sebutir kurma yang bukan miliknya, doanya tidak dikabulkan. Bagaimana dengan mereka yang mengambil hak orang lain sampai miliaran rupiah. Bagaimana dengan mereka yang korupsi uang rakyat yang jutaan jumlahnya? Bagaimana mereka meminta halalnya?

[Kisah] Karena Sebiji Kurma, Hidup Laki-Laki Ini Tidak Tenang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: siti fatimah

0 comments:

Post a Comment